Perpustakaan Diharapkan Bentuk Warga Gemar Baca


Sejalan dengan salah satu aspirasi yang terhimpun dalam 20 rumusan harapan/aspirasi masyarakat Kaltim dalam Program Ekspedisi Kapsul Waktu 2085, Badan Perpustakaan Provinsi Kaltim siap untuk menjadi sumber ilmu pengetahuan demi mendukung terciptanya masyarakat yang cerdas.

Selain melanjutkan kampanye gemar membaca, Badan Perpustakaan Provinsi Kaltim juga akan terus melengkapi fasilitas perpustakaan. Salah satu langkah perbaikan yang akan dilakukan segenap pengelola perpustakaan di Jalan H. Juanda Nomor 4 ini adalah mendorong terciptanya perpustakaan berbasis teknologi.

“Tidak dapat dipungkiri, menumbuhkan minat baca masyarakat itu tidaklah mudah. Belum selesai tugas kita untuk menumbuhkan minat baca tersebut, kita telah dihadapkan dengan kemajuan teknologi dan internet. Sekarang, kehidupan masyarakat serba mengedepankan teknologi. Perpustakaan tidak boleh tertinggal, maka dari itulah kami mulai mencanangkan program perpustakaan yang berbasis teknologi,” kata Kepala Badan Perpustakaan Provinsi Kaltim, Sri Sulasmi Retno yang didampingi oleh Kepala Bidang Informasi dan Otomasi, Taufik, Selasa lalu.

Perpustakaan berbasis teknologi haruslah memiliki fasilitas IT yang mendukung, seperti kecepatan internet yang tinggi yang ditunjang dengan kapasitas bandwith yang besar. Saat ini Badan Perpustakaan Provinsi Kaltim ini telah memiliki bandwith dengan kapasitas 2 Mbps (Megabyte per sekon) yang di tahun depan akan ditingkatkan menjadi 16 Mbps.

“Kami ingin menjadikan perpustakaan sebagai pusat teknologi, sehingga masyarakat khususnya anak-anak muda yang membutuhkan internet, tidak perlu pergi ke kafe-kafe untuk mendapatkan fasilitas internet yang baik, tetapi bisa langsung menuju ke perpustakaan,” tambah Taufik.

Selain itu, diakui Taufik untuk menyikapi perkembangan teknologi, sebuah perpustakaan harus memiliki koleksi buku digital atau yang dikenal dengan nama digital library. Memiliki 80.000 judul buku cetak tidaklah cukup. Untuk melengkapinya, saat ini, Badan Perpustakaan Provinsi Kaltim telah memiliki 4.000 judul buku digital yang disimpan dalam bentuk CD dan dapat diakses di dalam perpustakaan.

“Meskipun kita telah memiliki koleksi sebanyak 4.000 judul, itu belumlah mencukupi. Sekarang sudah kami rencanakan untuk membuat perpustakaan digital yang bisa diakses secara online. Selama ini koleksi buku digital hanya dapat dinikmati di dalam perpustakaan. Dengan perpustakaan digital ini kami berharap masyarakat dapat lebih mudah untuk membaca ribuan koleksi judul milik perpustakaan,” bebernya.

Kemudahan akses terhadap koleksi buku tersebut sudah siap diberikan oleh Badan Perpustakaan Provinsi, namun tidak dapat dipungkiri bahwa terdapat perbedaan ketika membaca sebuah buku menggunakan media elektronik dengan membaca buku cetak di perpustakaan secara langsung.

“Dengan membaca di perpustakaan, mereka dapat berdiskusi dan bertukar pikiran karena bertemu dengan teman-teman lain yang juga sedang membaca. Di sinilah, kami merasa tidak cukup hanya dengan memperbanyak koleksi judul buku saja, tetapi suasana yang nyaman juga harus selalu kami bangun,” ujarnya menambahkan.

Selanjutnya, untuk memberikan kenyamanan bagi para pengunjung, relokasi bangunan perpustakaan akan dilakukan ke kawasan Jalan Perjuangan dengan lahan seluas dua hektar untuk bangunan perpustakaan yang baru.

“Selama ini jika perpustakaan mencapai waktu padat pengunjung, kursi dan meja yang kami sediakan tidak cukup menampung mereka. Luas bangunan perpustakaan saat ini tidak bisa mengimbangi jumlah pengunjung yang datang setiap harinya,” jelasnya.
Perpustakaan baru ini direncanakan dibangun tujuh lantai dan ditargetkan bisa menjadi perpustakaan terbaik di Indonesia.

“Memang untuk menciptakan masyarakat yang cerdas, kuncinya adalah meningkatkan dan terus melakukan pembinaan pengelolaan perpustakaan. Dengan rencana-rencana yang kami miliki, bahkan beberapa diantaranya sudah berjalan. Kami optimis, masih belum terlambat untuk dapat meningkatkan kecerdasan masyarakat Kaltim. Mari bersama-sama membudayakan gemar membaca,” tutupnya.